Selamat

Kamis, 05 Agustus 2021

30 April 2021|14:02 WIB

Bank OCBC NISP Perkuat Layanan Digital

Bank mencatatkan kinerja yang berkelanjutan dengan laba bersih sebesar Rp515 miliar pada kuartal I-2021

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

ImageKegiatan memperingati HUT ke-80 OCBC NISP secara virtual. ANTARA/HO-Humas Bank OCBC NISP

JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk memperkuat layanan berbasis digital untuk meningkatkan fungsi intermediasi, di tengah situasi yang masih dibayangi pandemi covid-19.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan, dengan memahami tantangan yang dihadapi oleh nasabah, perseroan terus mengakselerasi kemampuan dalam menjalankan fungsi intermediasi berdasarkan prinsip kehati-hatian dan menghadirkan berbagai solusi perbankan yang mendukung nasabah korporasi dan individu menjaga kesehatan keuangannya.

"Bank akan terus memperkuat layanan berbasis digital untuk menjawab kebutuhan nasabah, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks,” ujar Parwati dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/4).

Untuk mendukung nasabah korporasi menjawab tantangan yang dihadirkan pandemi, pihaknya memberikan solusi perbankan komprehensif yang didukung dengan layanan berbasis digital, yakni Velocity@ocbcnisp berbasis web dan mobile.

Parwati mengatakan, jumlah nilai transaksi yang dilakukan melalui channel ini mengalami peningkatan sebesar 63% secara tahunan atau year on year/yoy per kuartal I-2021. Di sisi lain, frekuensi transaksi meningkat sebesar 9% yoy dan jumlah pengguna meningkat sebesar 15% yoy.

Sementara, untuk nasabah individu, emiten berkode saham NISP ini memperkuat kemampuan aplikasi ONe Mobile sebagai Comprehensive Money Manager dalam genggaman. Aplikasi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi, tetapi juga membantu nasabah mengelola keuangan dan investasi.

"ONe Mobile menyediakan solusi komprehensif. Mulai dari informasi keuangan menyeluruh mulai dari portofolio akun, kondisi pasar terkini, pembelian maupun evaluasi atas kinerja produk-produk investasi yang dimiliki nasabah. Bahkan, nasabah dapat mengajukan aplikasi KPR melalui ONe Mobile untuk meraih mimpi memiliki rumah ataupun menjadikan properti sebagai instrumen investasi," terangnya.

Ia menyatakan, pemanfaatan ONe Mobile terus meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah download aplikasi ONe Mobile yang hampir mencapai 1 juta kali sepanjang tahun 2020. Selain itu, jumlah pengguna pun turut meningkat sebesar 32% hingga kuartal I-2021, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020.

"Kenyamanan nasabah individu tidak hanya terbatas pada kegiatan transaksi perbankan. Nasabah juga mulai nyaman menggunakan channel digital Bank OCBC NISP untuk membeli produk-produk investasi, termasuk di dalamnya produk simpanan nasabah. Nilai customer deposits yang dibuka melalui channel digital mengalami peningkatan sebesar 21% yoy," kata Parwati.

Bank OCBC NISP juga menghadirkan Omnichannel Banking Experience. Yakni, nasabah tidak hanya mendapatkan layanan perbankan 24/7 dengan ONe Mobile, kini nasabah yang membutuhkan layanan advisory perbankan dapat berdiskusi dengan Relationship Manager Mobile. Nasabah juga bisa datang ke kantor cabang yang didesain untuk memberikan kenyamanan nasabah berdiskusi mengenai aspirasi keuangannya.

Perseroan mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13% yoy menjadi sebesar Rp155 triliun pada akhir Maret 2021. Komposisi CASA Bank OCBC NISP mengalami peningkatan di mana per Maret 2021 mencapai 45,1%, sementara akhir Desember 2020 sebesar 42,2%.

Peningkatan rasio dana murah menjadi salah satu yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) yang naik sebesar 10% yoy pada kuartal I-2021 menjadi Rp1,9 triliun.

“Dengan fungsi intermediasi yang dijalankan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian ini, Bank mencatatkan kinerja yang berkelanjutan dengan laba bersih sebesar Rp515 miliar pada kuartal I-2021,” kata Parwati.

Fungsi Intermediasi
Di sisi fungsi intermediasi, Parwati menambahkan, Bank OCBC NISP telah menyalurkan kredit sebesar Rp114,9 triliun hingga akhir Maret 2021. Rasio NPL atau non-performing loan net tercatat sebesar 0,8% dan NPL bruto mendekati 2,0%, berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan.

Sebagai salah satu upaya untuk mendorong pergerakan ekonomi, Bank OCBC NISP juga telah menyiapkan beragam solusi menarik untuk meningkatkan penyaluran kredit. Di antaranya melalui program #TAYTB Women Warrior yang memberikan pendanaan dengan suku bunga menarik bagi pengusaha perempuan Indonesia.

Untuk pengusaha UMKM, Bank OCBC NISP menawarkan program KTA CashBiz dengan pendanaan hingga Rp200juta yang dapat diajukan secara online.

Bagi nasabah individual, Bank juga memberikan suku bunga KPR Easy Start yang sangat menarik, yakni mulai dari 1,8% p.a untuk tahun pertama, khusus untuk properti yang ramah lingkungan dan memiliki pembangunan berkelanjutan.

“Kami juga terus melanjutkan komitmen dalam mengambil peran yang lebih besar untuk mendorong keberlanjutan bisnis melalui pembiayaan sektor-sektor usaha yang dapat berkontribusi positif bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan,” jelasnya.

Bank OCBC NISP juga menghadirkan solusi keuangan berkelanjutan yang mendukung nasabah agar dapat melaju jauh memberikan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Total Pembiayaan Berkelanjutan atau sustainability financing terhadap total Kredit Bank OCBC NISP per 31 Maret 2021, mencapai 27% dan porsi Pembiayaan Hijau alias green financing di dalam Pembiayaan Berkelanjutan per 31 Maret 2021, mencapai 41%.

Pembiayaan hijau ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan, seperti bangunan berwawasan lingkungan, manajemen pengelolaan air, energi terbarukan dan efisiensi energi dan lainnya.

“Ke depan, kami percaya kebutuhan akan pembiayaan berkelanjutan maupun layanan perbankan digital akan semakin tinggi. Bagi kami, kedua hal tersebut merupakan inisiatif yang perlu didorong lebih lanjut agar dapat mendukung kinerja korporasi yang berkelanjutan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional. Ini merupakan wujud konkrit dukungan Bank untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” tutup Parwati. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER