Anjlok Lagi, Emas Antam Kini Dibanderol Rp929.000/gram | Validnews.id

Selamat

Rabu, 01 Desember 2021

24 November 2021|11:35 WIB

Anjlok Lagi, Emas Antam Kini Dibanderol Rp929.000/gram

Pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat, memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Dian Hapsari

Anjlok Lagi, Emas Antam Kini Dibanderol Rp929.000/gramIlustrasi emas antam. Shutterstock/dok

JAKARTA – Harga emas Antam pada Rabu (24/11) kembali anjlok sebesar Rp6.000 ke posisi Rp929.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian turut turun Rp7.000 ke angka Rp825.000/gram.  

Harga emas di situs Logam Mulia pada pekan lalu, tercatat anjlok sebesar Rp8.000. Pada Senin (15/11), harga ditutup Rp955.000/gram, hingga Sabtu (20/11), emas Antam ditutup di posisi Rp947.000/gram.   

Emas Antam pada Senin (22/11) tidak bergerak atau masih di posisi Rp947.000/gram sama seperti Sabtu (20/11). Namun pada Selasa (23/11), emas anjlok sebesar Rp12.000 ke Rp935.000/gram 

Harga emas Antam sendiri sempat menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada level Rp1.058.000/gram pada Rabu (19/8/2020).  

Di Pegadaian, pada Rabu (24/11), emas Antam dibanderol Rp972.000/gram, Antam Retro Rp925.000/gram. Sementara itu, Antam Batik Rp1.128.000/gram dan emas cetakan UBS Rp928.000/gram.  

Emas jatuh ke level terendah hampir tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menjadi bertengger di bawah level psikologis US$1.800 dolar. Karena, pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat, memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$22,5 atau 1,25% menjadi US$1.783,80 per ounce, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Sementara itu, emas di pasar spot turun 0,9% menjadi US$1.788,51 per ounce pada pukul 19.13 GMT. 

Sehari sebelumnya, Senin (22/11), emas berjangka terperosok US$45,3 atau 2,45% menjadi US$1.806,30, setelah terpangkas US$9,8 atau 0,53% menjadi US$1.851,60 pada Jumat (19/11), dan jatuh US$8,8 atau 0,47% menjadi US$1.861,40 pada Kamis (19/11). 

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya relatif stabil setelah mencapai level tertinggi dalam 16 bulan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat. 

"Emas telah mengalami aksi jual panik selama 48 jam terakhir dan saya akan menyalahkan sebagian besar dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun. Karena kurva imbal hasil semakin curam, emas berjangka tidak merespons dengan baik," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago. 

Investor bertaruh Powell akan meningkatkan kecepatan di mana bank sentral menormalkan kebijakan moneter untuk mengatasi lonjakan harga-harga konsumen dengan lebih baik. Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen akan muncul di hadapan Komite Perbankan Senat minggu depan. 

Harga emas telah jatuh hampir US$100 sejak mencapai puncak lima bulan di US$1.876,90 per ounce minggu lalu. 

Namun, Ross Norman, seorang analis independen mengatakan, terlalu dini untuk menghapus (write off) emas. 

"Inflasi masih terus berjalan, dan ada pembatasan covid-19 di Eropa sekali lagi. Tetapi beban ada pada bullish untuk membuktikan kasus mereka dan menggalang dukungan, jika gagal, logam dapat melayang lebih rendah lagi," tambah Norman. 

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah menantang status itu karena mereka diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas. 

Emas juga tertekan setelah Indeks Manajer pembelian (PMI) manufaktur IHS Markit yang dirilis pada Selasa (23/11) meningkat menjadi 59,1 pada November dari 58,4 pada Oktober, pada dasarnya sejalan dengan perkiraan ekonom 59,0. 

Pasar AS akan ditutup pada Kamis (25/11) untuk merayakan Thanksgiving. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 86,2 sen atau 3,55% menjadi US$23,435 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$50,9 atau 5,01% menjadi US$964,2 per ounce.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA