Selamat

Senin, 25 Oktober 2021

30 September 2021|16:56 WIB

AIS Tegakkan Komitmen Dukung Perempuan Wirausaha

Desa Banyuglugur dan Desa Binor akan jadi pilot project Womenpreneurship Support Program

Penulis: Yoseph Krishna,

Editor: Fin Harini

ImagePeserta Womenpreneurship Support Program ketika mendapatkan materi yang disampaikan oleh AIS Forum dan PJB UP Paiton dalam rangkaian pelatihan yang digelar di Desa Banyug

JAKARTA – Archipelagic and Island States Forum (AIS) secara resmi menggandeng PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkit Paiton untuk memberdayakan wirausahawan perempuan di wilayah pesisir lewat program Womenpreneurship Support Program.

Senior Adviser for Climare and Environmental Governance AIS Forum Secretariat Abdul Wahid Situmorang dalam keterangannya menyebut program tersebut berada di bawah inisiatif Blue Startup Hub milik AIS Forum. Melalui program kerja sama dengan PT PJB UP Paiton, Abdul yakin para pelaku usaha perempuan dapat memperluas jangkauan usahanya.

"Kami harap melalui program ini, wirausahawan perempuan bisa memperluas jangkauan usaha dengan beradaptasi mengikuti tren terkini serta dapat meningkatkan produktivitas bisnis mereka," ujar Abdul di Jakarta, Kamis (30/9).

Abdul menambahkan, berdirinya Womenpreneurship Support Program itu tak lepas dari realita dimana dewasa ini mulai banyak perempuan yang terjun ke dunia bisnis. Merujuk data dari Kementerian Koperasi dan UKM, nyaris 50% UMKM yang terdata pada 2015-2019 dikelola oleh kalangan perempuan.

"Makin banyak perempuan yang berkreasi menciptakan bisnis mereka sendiri, mengupayakan ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarganya, dan menjadi pembuka lapangan kerja di komunitas sekitar sehingga harus ada dukungan bagi mereka," sambungnya.

Womenpreneurship Support Program itu pun ia sebut sebagai komitmen jangka panjang yang digagas AIS Forum bersama PT PJB UP Paiton. Program ini salah satunya akan dimulai dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan digital bagi para wirausahawan perempuan.

Desa Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur serta Desa Binor di Kabupaten Probolinggo akan menjadi kawasan pertama di mana AIS Forum bersama PT PJB UP Paiton mengimplementasikan Womenpreneurship Support Program tersebut.

Rencana pemberdayaan itu juga berkaitan dengan kerangka besar Corporate Social Responsibility (CSR) PJB UP Paiton yang akan berlangsung hingga 2023 mendatang. General Manager PT PJB UP Paiton Maryono menyebut perusahaannya yang berada di area pesisir terus mendorong kolaborasi kuat antara PJB UP Paiton dengan masyarakat dalam memanfaatkan potensi kelautan.

Jika potensi itu bisa dikembangkan lebih besar lagi, Maryono berharap perekonomian masyarakat pesisir bisa semakin terpacu lebih tinggi lagi. Wirausahawan di wilayah Banyuglugur dan Binor, lanjutnya, sudah memulai dengan menghasilkan berbagai produk olahan berbahan dasar ikan.

"Nilai jual produk ini sangat tinggi sehingga sudah sangat tepat sekali jika dipromosikan ke pasar yang lebih luas agar bisa menghasilkan pendapatan berkelanjutan bagi wirausahawan perempuan binaan kami," jabar Maryono.

Ia pun turut melayangkan apresiasi atas kesediaan AIS Forum untuk berkolaborasi memberi pelatihan dalam rangka meningkatkan performa bisnis para pelaku usaha perempuan di wilayah pesisir sekaligus melestarikan lingkungan dengan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.

Lebih lanjut, Abdul menjelaskan Womenpreneurship Support Program nantinya akan terfokus memberi pelatihan dan pengembangan kapasitas wirausaha perempuan di lokasi itu selama kurang lebih lima bulan. Rangkaian pelatihan mingguan yang digelar secara daring itu mencakup literasi digital, pengembangan bisnis, perencanaan dan literasi finansial, usaha ramah lingkungan, hingga strategi pemasaran.

Secara keseluruhan di Indonesia, Abdul menyebut program itu akan menyasar hingga 1.500 pelaku UMKM dari kelompok marjinal, termasuk perempuan, anak muda, hingga penyandang disabilitas dan ke depannya akan fokus menyasar wilayah tengah dan timur Indonesia, khususnya Manado, Palu, Bali, Mandalika, Lombok, Pulau Timor, Sumba, Kupang, Ambon, dan Papua.

Ia turut berharap Womenpreneurship Support Program ke depannya bisa menjembatani gap informasi dan digital yang ada di kalangan pelaku UMKM di Indonesia, khususnya pada usaha-usaha yang dipimpin atau dikelola oleh kalangan perempuan supaya bisa berkompetisi secara global.

"Kami yakin pemberdayaan jangka panjang ini akan mendukung pengembangan blue economy yang berkelanjutan dengan memberikan kesempatan yang sama bagi kelompok marjinal untuk berkembang," tandas Abdul Wahid Situmorang.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER