Selamat

Rabu, 22 September 2021

15 September 2021|18:26 WIB

Ahok Apresiasi Digitalisasi WK Rokan

PHR pakai IODSC sebagai sumber informasi atau big data berkaitan aktivitas sumur dan peralatan di lapangan.

Penulis: Zsasya Senorita,

Editor: Dian Hapsari

ImageIlustrasi rig lepas pantai migas. Shutterstock/dok.

JAKARTA – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi penerapan digitalisasi di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Dia menilai langkah progresif itu dapat mendukung operasi hulu migas yang selamat, andal, dan efisien sehingga memberikan devisa lebih besar bagi negara. 

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, digitalisasi di WK Rokan bisa dijadikan acuan untuk memperluas penerapannya pada seluruh operasi hulu Pertamina, bahkan bisa juga untuk sektor hilir.

“Sistem di IODSC (Integrated Optimization Decision Support Center.red) ini juga bisa diterapkan ke Pertamina Integrated Command Center agar dengan data dan orang yang benar maka ada pengambilan keputusan yang tepat. Semua upaya kita untuk optimisasi devisa,” ungkap Basuki, Rabu (15/9).

Saat mengunjungi fasilitas IODSC di Minas yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Selasa (14/9), ia menegaskan bahwa alih kelola WK Rokan bukan hanya tentang pengalihan wilayah kerja, namun juga tentang sistem dan keahlian orang-orangnya.

Kunjungan Komisaris Utama Pertamina tersebut disambut perwakilan direksi Subholding Upstream (SHU) Pertamina Taufiq Aditiyawarman dan manajemen PHR.

Dalam paparannya, manajemen PHR menyampaikan bahwa peningkatan produksi WK Rokan didukung oleh beberapa faktor utama. Di antaranya, dengan kegiatan pengeboran sumur-sumur produksi minyak yang baru, menahan laju penurunan produksi alamiah atau natural decline, dan menjaga keandalan fasilitas operasi produksi.

Taufiq menegaskan, faktor-faktor tersebut sangat ditunjang oleh penerapan teknologi digital yang masif di WK Rokan.

Penerapan digitalisasi setidaknya memberikan empat manfaat utama, yakni peningkatan kinerja keselamatan, penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi atau LPO hingga sekitar 40%, optimalisasi kemampuan fasilitas produksi, serta peningkatan efisiensi.

Fasilitas IODSC merupakan sumber informasi atau big data berkaitan dengan aktivitas sumur dan peralatan di lapangan.

Pertamina menginformasikan, ada sekitar 4.000 hingga 5.000 data yang masuk setiap harinya. Data tersebut diolah agar menjadi informasi berharga yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

IODSC memanfaatkan transformasi digital dengan menyimpan pengetahuan dari para ahli dari berbagai bidang dan mengimplementasikannya untuk kinerja sumur dan peralatan. Taufiq mengatakan, keberadaan fasilitas IODSC juga dapat dikolaborasikan dengan Pertamina Integrated Command Center (PICC).

WK Rokan juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI). Di antaranya untuk mengatur jadwal perawatan ulang (workover) sumur secara otomatis untuk merencanakan pergerakan rig yang lebih optimal dan efisien. 

Kemudian, mengidentifikasi kinerja pompa yang sudah tidak optimal, menganalisa dan mengukur aliran minyak agar produksi optimal, serta pemantauan jarak jauh yang saling terintegrasi untuk kondisi tekanan fluida di dalam sumur minyak.

“Pemanfaatan teknologi seperti ini tentu sangat efisien sumber daya dan waktu jika dibandingkan dengan cara manual,” imbuh Taufiq.

Data yang terekam juga dapat digunakan untuk menyusun prioritas pekerjaan kritikal dan perawatan sumur serta peralatan. Sehingga, mobilisasi logistik pendukung operasi migas dapat berjalan lebih sistematis dan efisien.

Taufiq menambahkan bahwa pergerakan kendaraan operasional perusahaan juga dapat dipantau dari fasilitas IODSC.

Sementara Basuki menyampaikan, kunjungannya kali ini bertujuan meninjau kinerja WK Rokan setelah satu bulan alih kelola dari operator sebelumnya pada 9 Agustus lalu. Sekaligus meninjau pilot project chemical enhanced oil recovery (CEOR) untuk melihat apakah sudah sesuai dengan prinsip efisiensi yang mengutamakan keuntungan bagi Pertamina dan pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut Komisaris Utama berharap, manajemen terkait bisa mengelola risiko dengan baik dan menggandeng strategic partner untuk mengembangkan metode CEOR atau metode terbaik lainnya dengan menerapkan performance based guna membantu PHR dalam meningkatkan produksi.

Produksi Meningkat
Sebelumnya SKK Migas mengumumkan, produksi di WK Rokan mengalami peningkatan, sebulan pasca-alih kelola, yakni menjadi sekitar 158 ribu barel minyak per hari atau BOPD.

“Dalam kurun waktu 1 bulan ini, sudah ada kenaikan produksi sebesar 1.000 sampai 2.000-an BOPD dengan tren yang terus meningkat. SKK Migas bersama PHR terus berkoordinasi agar target lifting WK Rokan di 2021 tercapai,” ujar Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno di Jakarta (9/9).

Adapun target lifting dari WK Rokan dalam APBN 2021 adalah 165 ribu BOPD.

“Akhir tahun nanti, akan ada 17 rig yang melakukan pemboran, kami tetap optimis target dari WK Rokan pada 2021 akan tercapai,” jelas Julius.

Pada Selasa (7/9) lalu, PHR mulai mengoperasikan rig ke-13 di Sumur Pungut P04, Lapangan Pungut, yang masuk wilayah Kabupaten Bengkalis. Rig Airlangga-55 tersebut dioperasikan oleh PT Asia Petrocom Service.

Sejak alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu hingga saat ini, PHR telah mengebor 23 sumur.

“PHR terus berupaya menambah jumlah rig, dengan adanya penambahan rig tentu dapat mempercepat penambahan jumlah sumur secara eksponensial guna mendukung pencapaian target pengeboran tahun ini,” ungkap Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin.

PHR berkomitmen mencanangkan program kerja yang masif dan agresif untuk menjaga dan bahkan menaikkan tingkat produksi WK Rokan. Dalam program pengeboran misalnya, PHR berupaya keras memenuhi target pengeboran 161 sumur hingga akhir 2021.

“Dukungan semua pemangku kepentingan sangat penting bagi kelancaran program pengeboran, termasuk dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sekitar,” ungkap Jaffee.

Sementara Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan, SKK Migas Perwakilan Sumbagut terus memantau perkembangan realisasi pemboran yang masif di WK Rokan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota agar tetap berjalan lancar dan aman.

“Kami bersyukur atas dukungan penuh dari semua elemen masyarakat, Pemda/Polri/TNI-AD beserta jajarannya, bahwa kondisi seamless transition terwujud sehingga PHR bisa lebih fokus pada kegiatan operasional di lapangan WK Rokan. Semoga kondisi ini terus terjaga dan produksi WK Rokan terus meningkat,” pungkasnya.


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER