Selamat

Rabu, 22 September 2021

15 September 2021|08:07 WIB

Aceh Berpeluang Jadi Pusat Industri Halal Di Indonesia

Didukung hadirnya Qanun Lembaga Keuangan Syariah, Aceh memiliki sektor unggulan untuk pengembangan industri halal, yakni sektor kepariwisataan, pertanian, pendidikan dan kesehatan

Oleh: Faisal Rachman

ImageIlustrasi. Lauching Brand Wisata Halal Aceh. dok. Antara Foto

BANDA ACEH – Aceh berpeluang besar untuk menjadi pusat industri halal di Indonesia. Kekhususan berupa keistimewaan dalam menjalankan syariah Islam dan didukung dengan hadirnya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) jadi kelebihan tersendiri.
 
“Peluang tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Aceh karena akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” kata Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo seperti dilansir Antara, Selasa (14/9) malam. 

Ia menjelaskan, dari sisi sumber daya alam, Aceh memiliki sektor unggulan untuk pengembangan industri halal, yakni sektor kepariwisataan, pertanian, pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, dengan hadirnya Qanun LKS, Aceh berkontribusi menopang delapan persen pangsa pasar syariah secara nasional.
 
“Integrasi aspek komersial dan Sosial menjadi modal dasar bagi provinsi ini beradaptasi sebagai basis ekosistem ekonomi dan industri halal di Tanah Air,” ucapnya.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan, meningkatnya literasi keuangan syariah kepada masyarakat, akan ikut mendukung penerapan Qanun lembaga Keuangan Syariah.
 
Ia menjelaskan Pemerintah Aceh sangat mendukung ekosistem ekonomi syariah di di provinsi setempat, melalui Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Menurut dia di awal-awal pelaksanaan Qanun LKS banyak tantangan dan semua itu harus dijalani secara bersama.

“Pertolongan Allah pasti ada dan semuanya akan lebih mudah bila semua komunitas atau komponen ikut terlibat aktif. Kami juga selalu berkoordinasi dengan OJK dan juga Bank Indonesia terhadap regulasi yang telah diterbitkan sehingga bisa berjalan dengan baik,” tuturnya. 

Bank Syariah
Sebelumnya, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) yang juga Bendahara Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES) Hery Gunardi menyebutkan, potensi industri halal Indonesia yang dapat dibiayai oleh bank syariah bisa mencapai kisaran angka Rp420 triliun hingga Rp714 triliun.
 
“Potensi Industri halal yang mampu kita biayai di kisaran angka Rp420 hingga Rp714 triliun. Namun realisasinya masih di bawah potensi minimum,” ucapnya beberapa waktu lalu.
 
Oleh sebab itu, Hery terus mendorong pentingnya peran bank syariah dalam penguatan ekosistem halal food dan halal fashion yang berkelanjutan. Hery menuturkan ke depannya, BSI sendiri akan mengembangkan secara masif pola-pola kemitraan dengan berbagai pihak, agar bank syariah dapat berperan lebih dalam penguatan halal value chain di Indonesia.
 
Sementara itu, Chairman Indonesia Halal lifestyle Center sekaligus anggota Dewan Pakar PP MES Sapta Nirwandar mengatakan, potensi industri halal global saat ini yang didominasi oleh halal food dan halal fashion.
 
“Untuk food sendiri pada masa pandemi seperti sekarang kebutuhannya naik. Jadi wajar jika saat ini kita perlu fokuskan ke sektor halal food, halal labeling menjadi kebutuhan yang sangat penting,” serunya.


Menurut Sapta, Indonesia sejatinya sudah menjadi pusat industri halal. Namun dalam posisi sebagai konsumen. Sementara, posisi penyuplai masih didominasi negara non-muslim bahkan untuk negara-negara Organization of Islamic Cooperation (OIC).

Ia menyebut, peringkat pertama eksportir produk halal adalah Brazil mencapai US$16,2 miliar. Diikuti India dengan nilai ekspor sebesar US$14,4 miliar.

“Memang kita ini jadi negara top di sektor industri halal tapi sebagai consumer. Indonesia menjadi konsumen halal food peringkat pertama sebesar US$114 miliar dolar AS” ujarnya.

Dewan Pakar PP MES Riawan Amin pun menekankan pentingnya sinergi antar bank, tidak hanya bank syariah namun juga dengan bank konvensional.

“Ini perlu ditekankan sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Wakil Presiden RI dalam Global Islamic Forum 2019 yaitu melakukan sinergi dengan bank konvensional,” tegasnya.

Sementara, Dewan Pakar PP MES Adiwarman Karim menambahkan, terdapat tiga hal penting yang harus dipahami oleh para pejuang ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, keberhasilan ekonomi syariah adalah ketika bank konvensional mengadopsi cara-cara ekonomi syariah.

Kedua, menghadirkan ekonomi syariah secara bertahap harus melalui pilot project. Terakhir adalah perlunya mencari kesamaan fungsi dari ekonomi syariah kemudian diberikan fitur pembeda.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA