Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

WIRAUSAHA

22 April 2021|09:41 WIB

Teten: Ekspor TaniHub Wujudkan Mimpi Pertanian Besar Dan Modern

TaniHub lepas 14,5 ton semangka ke UEA
ImageIlustrasi. Pedagang menata buah semangka yang dijual di Pasar Induk Osowilangun, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/4/2021). Menurut pedagang, penjualan buah semangka saat bulan Ramadhan yang dibanderol dengan harga Rp5.000-Rp7.000 per kilogram tersebut naik sekitar dua puluh persen dibanding hari biasanya. ANTARA FOTO/Moch Asim

JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melayangkan apresiasi atas kinerja TaniHub Group sebagai platform digital berbasis pertanian yang telah melepas ekspor ke Uni Emirat Arab.

Menurut Menkop, TaniHub yang menginjak usia keempat dan didominasi anak muda mampu secara konsisten menunjukkan perkembangan dalam upaya mewujudkan pertanian Indonesia menjadi besar, modern, dan maju.

TaniHub Group sendiri telah melepas ekspor buah semangka sebanyak 14,5 ton dari petani binaan perusahaan di Lampung guna memenuhi permintaan pasar UEA. Potensi demand berkelanjutan di negeri itu diproyeksi mencapai 156 ton per bulannya.

"Momentum ini menjadi suntikan semangat bagi para pelaku usaha pertanian, bahwa produk pertanian Indonesia punya peluang besar masuk ke pasar global melalui ekosistem yang telah terbangun oleh TaniHub," ujar Teten dalam keterangan di Jakarta, Rabu (21/4).

Merujuk pada data BPS olahan TaniHub Group, ekspor hasil pertanian nasional pada Maret 2021 menyentuh angka US$390 juta atau meningkat sebesar 25,04% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor itu menyumbang 2,15% terhadap total ekspor Indonesia pada Maret 2021 yang mencapai US$18,35 miliar.

Sementara jika menilik data International Trade Center tahun 2020, potensi ekspor buah-buahan seperti nanas, pisang, dan melon secara total bisa menyentuh US$400 juta atau setara Rp5,6 triliun.

Sayangnya, nilai aktual ekspor hanya mencapai 60% dari potensi tersebut. Karena itu, Teten mendorong permintaan pasar besar itu terus dimanfaatkan. Hal ini juga bisa untuk mengoptimalkan potensi dan mendorong peningkatan kontribusi UMKM, khususnya dari sektor pertanian terhadap ekspor.

Menurut Teten, kolaborasi antara pemerintah dan platform seperti TaniHub dengan model bisnis pendampingan bagi para petani sangat diperlukan agar bisa masuk ke global value chain dan terintegrasi ke supply chain.

"Sehingga kemudian mampu menjangkau permintaan pasar yang lebih luas dan memastikan produk pertanian kita terserap maksimal," kata Teten.

Teten berharap ke depannya akan ada ekspor susulan dari produk UMKM pertanian agar tetap menjaga keluarga petani tetap sejahtera, mempertahankan daya saing UMKM, serta memulihkan perekonomian nasional.

Baca Juga:

Menjawab hal tersebut, CEO TaniHub Group Pamitra Wineka menyebut selain UEA, pihaknya tengah berupaya menjalani proses perluasan akses pasar ekspor buah-buahan, termasuk nanas, pisang, mangga, dan jeruk ke sejumlah negara, mulai dari Singapura, Taiwan, Korea Selatan, hingga Malaysia.

Tak tanggung-tanggung, proses perluasan akses pasar itu diproyeksi bisa mengekspor buah-buahan hingga 1.000 ton per bulan dengan nilai mencapai Rp15,31 miliar pada akhir 2021 mendatang.

"Perusahaan berharap pertumbuhan ekspor dapat mencapai 10% hingga 20% setiap tahunnya," imbuh Pamitra.

Lebih lanjut, upaya ekspor pertanian itu juga dilakukan sebagai langkah menyejahterakan petani dengan hasil panennya yang juga dinikmati di pasar internasional. Pasalnya, ekosistem digital yang dibangun TaniHub Group memungkinkan petani lokal bisa mendapatkan berbagai akses.

"Kemudahan itu seperti permodalan, pemasaran yang luas, ilmu pengetahuan, serta informasi untuk bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka," pungkasnya. (Yoseph Krishna)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER