Selamat

Senin, 26 Juli 2021

BERITA

08 Februari 2021|08:45 WIB

Sandiaga Cek Kesiapan Belitung Gelar Triathlon Series

Sandiaga mengajak wisnus nikmati wisata kuliner dan atraksi di Negeri Laskar Pelangi
ImagePantai Tanjung Kelayang Desa Keciput, Sijuk, Beliung, Bangka Belitung. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memastikan Kawasan Belitung siap menjadi tuan rumah pada ajang Indonesia Triathlon Series 2021 pada 13 Maret 2021 mendatang.

Uji coba triathlon oleh Menparekraf Sandiaga diawali dengan berenang sejauh 350 meter di pantai Kawasan Sheraton Hotel, kemudian bersepeda 33 km, hingga berlari sepanjang 3 km di KEK Tanjung Kelayang.

"Ini menunjukkan Belitung menjadi tempat potensial untuk venue triathlon series karena ada dukungan pantai yang jernih dan arus yang menantang serta jalanan yang mulus," ucap dia di Jakarta, Minggu (7/2).

Lewat siaran tertulis, ia pun berharap ajang itu berdampak pada kebangkitan pariwisata dan peningkatan ekonomi kreatif, serta memulihkan ekonomi khususnya di Bangka Belitung.

Ketua Indonesia Triathlon Series, Arian Lukman menjelaskan khusus untuk 2021, seluruh seri akan membatasi jumlah peserta. Yakni, sebanyak 50 orang pada seri pertama di Belitung, 50 orang seri kedua di Kendari, serta seri terakhir di Palembang direncanakan 75–100 peserta.

Seluruh persiapan, lanjut Arian, akan dilakukan secara perlahan dengan jarak yang singkat. Peserta akan ditambah namun tetap menjaga jarak antarindividu dan sejumlah protokol kesehatan.

"Jadi memang event olahraga ini akan kita batasi sampai pandemi membaik," ujar Arian.

Sandiaga menambahkan, pihaknya menargetkan pemulihan ekonomi lewat pembangunan sektor parekraf di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Ia menyebut salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah mendorong rencana pengembangan infrastruktur dasar di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang, Pulau Belitung.

Pengembangan KEK Tanjung Kelayang, kata dia, bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi terintegrasi dari industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dengan demikian bisa menciptakan daya tarik wisata dan lapangan kerja.

"Belitung menjadi ikon pariwisata yang strategis sehingga saya mendorong terus pengembangan KEK Tanjung Kelayang secara menyeluruh dalam rangka memperbaiki destinasi, produk wisata, maupun produk ekonomi kreatifnya," kata Sandiaga.

Sebagai informasi, KEK Tanjung Kelayang sendiri sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional atau KSPN yang memiliki peningkatan di sejumlah aspek, mulai dari amenitas, konektivitas, atraksi wisata, hingga produk ekonomi kreatif.

Beberapa tahun belakangan, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa perkembangan KEK Tanjung Kelayang sudah semakin baik, terlihat dari fasilitas yang dimiliki salah satunya 108 unit kamar hotel bintang 5 yang sudah rampung hingga suntikan modal dari investor yang prospektif.

"Ini menjadi progres pengembangan yang patut kita apresiasi. Dari segi amenitas, atraksi wisata, maupun produk ekraf sudah meningkat," tutur Sandiaga Uno.

Berdiri di atas lahan seluas 324,4 hektare, KEK Tanjung Kelayang dikembangkan dengan konsep socially and environmentally responsible development and cultural preservation yang mengedepankan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Ajak Wisnus
Menparekraf pun mengajak wisatawan nusantara atau wisnus untuk mengunjungi sejumlah destinasi yang menawan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, tak hanya pantai yang elok namun juga terdapat sejumlah kuliner yang bisa dinikmati.

"Selain kuliner nasi gemuk dan nasi tim ayam, Belitung juga memiliki hewan malan yang unik, yakni tarsius," kata Sandiaga.

Selain itu juga, wisatawan nusantara bisa menyaksikan sejumlah atraksi wisata di 'Negeri Laskar Pelangi' itu. Rasa bangga untuk berwisata di Indonesia, lanjutnya, harus dibangun pada setiap insan guna memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sandiaga menambahkan jika kawasan itu ingin menjadi KSPN yang seutuhnya, maka harus disiapkan secara 360 derajat the side, the sound, the feel, the taste, the vibration, hingga the resonance.

"Karena begitu wisatawan menginjakkan kaki di Belitung, seluruh aspek mulai dari musik, aroma, hingga kuliner khas harus ditonjolkan," pungkasnya. (Yoseph Krishna)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER