Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

13 Februari 2021|08:00 WIB

Pemerintah Beri Diskon PPnBM Mobil Mulai Maret 2021

Pemberian diskon dilakukan secara bertahap
ImageSeorang karyawati melakukan proses perakitan untuk produk New Ertiga di pabrik Suzuki Indomobil Motor, Cikarang, Jawa Barat, Senin (19/2/18). ANTARA News/Alviansyah

JAKARTA - Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan insentif penurunan tarif pajak pertambahan nilai barang mewah alias PPnBM untuk kendaraan bermotor segmen ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4x2.

Plh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahmat Widiana menjelaskan kebijakan tersebut diambil karena memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.

"Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki local purchase di atas 70%," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (12/2).

Dia memaparkan, diskon pajak dilakukan secara bertahap sampai dengan Desember 2021 agar memberikan dampak yang optimal.

Nantinya, diskon pajak sebesar 100% dari tarif normal akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50% dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25% dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan.

Adapun besaran diskon pajak pun disebut akan dievaluasi efektivitasnya setiap tiga bulan.

Kebijakan diskon pajak ini akan menggunakan PPnBM DTP alias ditanggung pemerintah melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan ditargetkan akan mulai diberlakukan pada Maret 2021.

Rahmat mengklaim, pemberian diskon pajak kendaraan bermotor ini didukung kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit atau Aktiva Tertimbang Menurut Risiko.

"Kombinasi kebijakan ini harapannya juga dapat disambut positif oleh para produsen dan dealer penjual untuk memberikan skema penjualan yang menarik agar potensi dampaknya semakin optimal," ujarnya.

Tingkatkan Kapasitas
Rahmat mengharapkan, kebijakan ini mampu mengungkit kembali penjualan kendaraan mobil penumpang yang mulai bangkit sejak bulan Juli 2020.

Menurutnya, diskon pajak ini juga berpotensi meningkatkan utilitas kapasitas produksi otomotif, mengungkit gairah konsumsi rumah tangga kelas menengah dan menjaga momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi konsumen, lebaran dengan tradisi mudiknya diharapkan juga akan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Dia bilang, hal itu bisa terlaksana apabila pandemi covid-19 telah melandai.

"Diskon pajak kendaraan bermotor diberikan untuk mempercepat laju pemulihan ekonomi," ujarnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 lalu terkontraksi -2,07% (yoy).

Rahmat mengklaim, peningkatan pertumbuhan ekonomi itu ditopang oleh stimulus belanja negara berbagai program penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Sementara, konsumsi rumah tangga secara bertahap juga mengalami perbaikan, namun masih tertahan karena kelas menengah atas masih menahan konsumsi

"Konsumsi masyarakat kelas menengah atas masih tertahan karena pandemi, sehingga tabungan masyarakat di perbankan mengalami peningkatan yang signifikan," ujarnya.

Baca Juga:

Dari sisi produksi, insentif ini dinilai akan memperkuat pemulihan ekonomi sektor-sektor strategis domestik sejalan dengan berbagai sektor yang mengalami perbaikan.

Lebih lanjut, program vaksinasi yang telah berjalan secara masif diharapkan akan efektif segera menurunkan kurva infeksi covid-19 dan mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi.

"Diskon pajak kendaraan bermotor ini menjadi bagian integral yang selaras dengan Program Penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," tutup Rahmat. (Rheza Alfian)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER