Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

18 Februari 2021|17:26 WIB

PLN Jamin Pasokan Listrik Proyek Kereta Api

Diharapkan investor tidak ragu untuk menanamkan modal karena komitmen PLN dalam melayani dan mendukung kebutuhan listrik ke pelanggan
Image Pekerja menyelesaikan pemasangan jaringan listrik baru milik PT PLN (Persero) di Watubangga, Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/Jojon

JAKARTA – PT Perusahan Listrik Negara (PLN) menjamin pasokan listrik pada lima seksi pembangunan jalur Kereta Api (KA) Trans Sulawesi Makassar–Parepare. Begitu juga dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta–Solo. Kepastian pasokan ini dibutuhkan untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN),

Pada KA Trans Sulawesi Makassar, PLN melakukan pemasangan listrik baru dengan total daya 293,2 kilo Volt Ampere (kVA) di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid menjelaskan, PLN berkontribusi memenuhi kebutuhan listrik di lima stasiun pada pembangunan jalur Kereta Api Trans Sulawesi Makassar-Parepare.

“Alhamdulillah PLN berhasil melayani kebutuhan listrik kelima stasiun di Kabupaten Barru, kami berharap dengan adanya pasokan listrik ini dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kereta api yang akan beroperasi pada 2021,” tutur Hafid dalam keterangan resmi PLN, Kamis (18/2).

Lima stasiun yang telah dilistriki PLN di antaranya Stasiun KA Barru Kota, Stasiun KA Takkalasi, Stasiun KA Mangkoso, Stasiun KA Palanro, dan Stasiun KA Tanete Rilau. Total jaringan yang terbangun sepanjang 1,57 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Menengah atau JTM dan 4,1 kms Jaringan Tegangan Rendah atau JTR terbentang. PLN juga memasang lima trafo dengan total daya 400 kVA untuk mendukung Pembangunan Jalur KA Trans Sulawesi Makassar–Parepare.

Site Manager PT LEN (Persero) Franklin Gaspersz mengaku sangat terbantu dengan layanan PLN yang menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari target yang ditentukan.

“PLN merespons baik akan kebutuhan listrik kami dan kami sangat terbantu dengan teralirinya listrik di stasiun yang kami bangun,” ungkapnya

Dengan rampungnya pemasangan baru listrik kelima stasiun tersebut, maka tersisa Stasiun Garongkong yang saat ini masih dalam pembangunan fisik yang akan dialiri listrik PLN. Hafid pun berharap, ke depannya investor tidak ragu untuk menanamkan modal karena komitmen PLN dalam melayani dan mendukung kebutuhan listrik ke pelanggan.

Ilustrasi. Pekerja memperbaiki jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) KRL. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

KRL Yogyakarta–Solo
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan listrik dari operasional KRL Yogyakarta–Solo, PLN melayani PT Kereta Api Indonesia Commuter dengan daya 44.320 kVA. Layanan PLN digunakan untuk kebutuhan listrik traksi KRL Yogyakarta–Solo yang melintasi Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solo Balapan dengan jarak sekitar 60 kilometer.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi menyebutkan, pengaliran listrik ini menjadi salah satu upaya perseroan, mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan. Sekaligus mendukung infrastruktur strategis dan fasilitas umum dalam pelayanan masyarakat.

Pengoperasian KRL Yogyakarta–Solo berbasis listrik ini akan menggantikan operasional Kereta Api terdahulu yaitu Prambanan Ekspres atau Prameks. KRL Yogykarta–Solo pun diharap mampu mendukung pariwisata dengan transportasi umum massal yang lebih ramah lingkungan.

Asal tahu saja, kecepatan maksimal perjalanan KRL bisa mencapai 90 km/jam. Sementara, kecepatan maksimal perjalanan KA Prameks hanya mencapai 78–80 km/jam

“Ini merupakan komitmen PLN untuk terus mendukung penggunaan energi bersih. Dengan peralihan dari diesel ke energi listrik, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih green,” tutur Agung.

Dikutip dari situs web KAI Commuter, KRL Yogyakarta–Solo memiliki 20 perjalanan KRL yang setiap harinya beroperasi di lintas Yogyakarta–Solo PP. Waktu tempuh perjalanan KRL ini rata-rata sekitar 68 menit, lebih cepat dibandingkan perjalanan KA Prameks terdahulu dengan waktu tempuh rata-rata selama 75 menit dengan pemberhentian di 7 stasiun.

Dalam jumlah kapasitas pengguna, setiap perjalanan KRL lebih banyak dalam melayani penggunanya. Dengan jumlah 4 kereta di setiap satu rangkaian kereta, KRL pada masa normal dapat melayani 1.600 orang dalam satu kali perjalanan. Namun, dalam masa pandemi ini KAI Commuter mengatur kapasitas pengguna sebanyak 74 orang per kereta. (Zsazya Senorita)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA