c

Selamat

Senin, 27 Mei 2024

EKONOMI

06 November 2020

08:36 WIB

IPCM Catat Kenaikan Laba Bersih 9 Bulan

Pendapatan terbesar perseroan bersumber dari dua layanan

Editor: Agung Muhammad Fatwa

IPCM Catat Kenaikan Laba Bersih 9 Bulan
IPCM Catat Kenaikan Laba Bersih 9 Bulan
Perahu nelayan melintas di dekat kapal yang bersandar di pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Kamis (19/3/2020). PT Pelindo II Teluk Bayur bekerja sama dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan KKP, menyiapkan titik zona labuh sejauh 5 Nautica Mile (Mil laut) dari pelabuhan serta melakukan pemeriksaan ketat terhadap kapal-kapal asing sebelum dilayani untuk bersandar di dermaga Pelabuhan Teluk Bayur, mengantisipasi penyebaran virus COVID-19. ANTARAFOTO/Iggoy el Fitra

JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp69,7 miliar, naik 1,3% dari Rp68,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba bersih emiten berkode IPCM ini ditunjang peningkatan pendapatan sebesar 3,8%, dari Rp491,7 miliar tahun lalu menjadi Rp510,2 miliar pada tahun ini.

“Pendapatan terbesar diperoleh dari jasa pelayanan kapal yang terdiri dari jasa penundaan atau towage dan jasa pemanduan atau pilotage,” ujar Sekretaris Perusahaan IPCM Eddy Haristiani melalui siaran pers yang diterima Jumat, (11/6).

Jasa penundaan memberikan kontribusi sebesar Rp448,5 miliar, atau setara 87,9% dari total pendapatan. Rinciannya, terdapat peningkatan signifikan dalam pendapatan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri atau TUKS. Yakni, naik 25,1% menjadi Rp57,8 miliar atau 11,3% dari total pendapatan. Capaian ini lebih besar dari kontribusi tahun lalu sebesar 9,4%.

Pendapatan dari Terminal Khusus atau Tersus juga meningkat tajam sebesar 31,2% menjadi Rp47,8 miliar. Seiring peningkatan nilai, kontribusi pada total pendapatan perseroan juga meningkat dari 7,4% menjadi 9,4%. Hal ini sejalan dengan strategi anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II ini untuk meningkatkan porsi pendapatan di luar Pelabuhan Umum.  

Pendapatan IPCM dari jasa pemanduan mengalami kenaikan tinggi sebesar 76,0% dari tahun lalu, menjadi Rp17,8 miliar. 

Selain dari jasa pelayanan kapal, IPCM juga memperoleh penghasilan dari jasa pengangkutan serta jasa pengelolaan kapal. Masing-masing memberikan pendapatan sebesar Rp1,6 miliar dan Rp42,3 miliar pada periode 9 bulan tahun ini.

Selain kinerja keuangan yang positif, IPCM baru-baru ini memperoleh Sertifikat Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3 dari Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) Indonesia. Sertifikat ini diberikan kepada IPCM untuk Sektor Industri Bidang Pemanduan dan Penundaan Kapal (Angkutan Air).

IPCM memperoleh bendera Emas untuk kategori tingkat lanjutan dengan 166 kriteria. Penghargaan ini diserahkan oleh Business Development Manager LRQA Indonesia, Budi Yulianti kepada Direktur Armada dan Teknik IPCM, Muhammad Iqbal di Jakarta, Selasa (3/11). 

Muhammad Iqbal, Direktur Armada dan Teknik IPCM saat menerima penghargaan menyebutkan penghargaan akan menjadi motivasi bagi IPCM dalam menerapkan pengendalian risiko sesuai standar keselamatan kerja. Penghargaan ini, sebutnya, mendampingi dua sertifikasi standar keselamatan sebelumnya yaitu ISM Code dan ISO 45001.

“Ini adalah bukti komitmen seluruh Jajaran Direksi di tengah pandemi covid-19, Manajemen tetap berkomitmen penuh untuk menjalankan perbaikan dan pengembangan dalam sistem manajemen keselamatan,” ujarnya.

Pencapaian ini sekaligus menjadi indikasi bahwa IPCM memastikan setiap pelayanan pelanggan sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja, menurunkan angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di dalam lingkungan kerja perusahaan.

Sebagai informasi, IPCM bergerak dalam bidang pelayanan jasa pemanduan dan jasa penundaan. Pangsa pasar utama perseroan adalah kegiatan pelayanan kapal di seluruh wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), yang meliputi sebelas pelabuhan. Selain itu, IPCM juga memperluas pasar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2017 Perseroan mulai memperluas sayap bisnisnya dengan melayani angkutan laut atau shipping dan pengelolaan kapal. (Fin Harini)


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentarLoginatauDaftar