Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

13 Januari 2020|10:50 WIB

IHSG dan Rupiah Berpeluang Menguat Ditopang Vaksinasi

IHSG bergerak menguat, terangkat vaksinasi perdana hari ini. Rupiah juga berpeluang menguat, ditopang vaksinasi dan turunnya obligasi AS
ImagePetugas membelakangi layar informasi pergerakan harga saham pada layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/9/2020). ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/1) pagi, bergerak menguat seiring vaksinasi covid-19 perdana yang digelar hari ini.

Mengutip RTI, IHSG dibuka menguat 44,27 poin atau 0,69% ke posisi 6.439,93. Begitu pula dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang naik 11,71 poin atau 1,18% ke posisi 1.008,15.

Pada pukul 09.48 WIB, IHSG kembali menguat 38,73 poin atau 0,61% menjadi 6.434,40. Sama halnya dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang turut naik 5,39 poin atau 0,54% ke posisi 1.001,83.

"Hari ini, kami memproyeksikan IHSG akan bergerak flat menanti vaksinasi yang akan mulai dilaksanakan hari ini, di mana Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang diberi vaksin dan menunggu apakah ada efek samping yang serius atau tidak. Jika tidak ada, maka vaksinasi akan dilakukan massal kepada masyarakat Indonesia," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporannya di Jakarta, Rabu (13/1).

Hal tersebut diperkirakan dapat menjadi sentimen positif di tengah semakin banyak negara yang menyatakan negaranya dalam kondisi darurat covid-19.

Dari dalam negeri, IHSG kemarin masih mampu menguat 0,2% dipicu sentimen positif izin peredaran vaksin darurat yang sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Serta, kedatangan 15 juta bahan baku vaksin. Hal itu menjadi angin segar di tengah masih tingginya penambahan kasus covid-19 di Indonesia.

Pada Selasa (12/2) kemarin, tercatat penambahan kasus baru sebanyak 10.047 kasus, sedangkan jumlah yang sembuh mencapai 7.068 kasus. Dengan demikian, kasus aktif kembali bertambah hingga mencapai 126.313 kasus.

Dari eksternal, bursa saham AS semalam ditutup menguat tipis. Para pelaku pasar menunggu transisi kepemerintahan serta menunggu rincian rencana ekonomi dari pemerintah untuk tahun 2021 ini, termasuk tentang stimulus dan pajak.

Para pelaku pasar juga memperhatikan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun AS yang sudah berada di atas level 1%.

Dari pasar komoditas, harga minyak kembali mengalami peningkatan. Brent naik 1,94% dan minyak WTI terapresiasi 1,99%. Penguatan ditopang dari data stok minyak AS yang turun 5,82 juta barel minggu lalu, lebih besar dari konsensus yang mengestimasi penurunan sebesar 3 juta barel saja.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Rabu (13/1), IHSG pada hari ini akan menguat terbatas.

"IHSG diprediksi menguat terbatas. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada dalam bullish channel, namun membentuk doji di area overbought mengindikasikan rentang pergerakan yang terbatas dan adanya potensi mengalami koreksi ataupun profit taking dalam jangka pendek," ujar Dennies.

Menurut dia, pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran lonjakan akan kasus covid di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Analis Artha Sekuritas itu memprediksi indeks akan menguat dengan level resistance 6.435 hingga 6.476 dan level support di antara 6.353 hingga 6.394.

Dennies mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI (BBRI) breakout resistance dengan volume tinggi.

Ia menyarankan investor untuk masuk saham BBRI di harga Rp4.700 hingga Rp4.750. Stop loss di Rp4.670. Sementara, target harganya dipatok di Rp4.900 hingga Rp5.000.

Kemudian, PT PP Tbk (PTPP). Candlestick membentuk doji mengindikasikan pergerakan terbatas, namun masih bergerak pada tren bullish yang cukup kuat.

Investor disarankan masuk saham PTPP di harga Rp2.020 hingga Rp2.050, stop loss di Rp2.000. Target harganya dipatok di Rp2.150 hingga Rp2.200.

Terakhir, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengalami koreksi, namun masih bertahan di atas level support.

Analis pasar modal tersebut menyarankan masuk saham MNCN di harga Rp1.180 hingga Rp1.220 dan stop loss di Rp1.160. Target harganya dipatok di Rp1.300 hingga Rp1.350.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain Indeks Nikkei menguat 87,14 poin atau 0,31% ke 28.251,48, Indeks Hang Seng naik 124,21 poin atau 0,44% ke 28.400,96, dan Indeks Straits Times meningkat 5,24 poin atau 0,18% ke 2.982,41.

Karyawan melayani pembelian uang dolar Amerika Serikat (AS) di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (20/11/2020). ANTARAFOTO/Puspa Perwitasari

Rupiah Berpeluang Menguat
Berbanding lurus dengan IHSG, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu, berpeluang menguat, seiring turunnya yield obligasi AS.

Pada pukul 09.47 WIB, rupiah menguat 52 poin atau 0,37% ke posisi Rp14.078 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.130 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, pagi ini terlihat tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mulai menurun dan hal itu mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.

"Ini juga berpotensi mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini," ujar Ariston di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup turun di kisaran 1,12% pada Selasa (12/1) dibanding sebelumnya tutup di 1,15%. Pagi ini, imbal hasil obligasi AS sudah bergerak turun di 1,11%.

Ariston menuturkan, pelaku pasar juga masih berekspektasi positif terhadap potensi stimulus lanjutan AS di bawah Pemerintahan Joe Biden. Hal tersebut bisa menopang penguatan nilai tukar rupiah sebagai aset berisiko terhadap dolar AS.

"Dari dalam negeri, vaksinasi yang akan mulai dilakukan hari ini, juga bisa memberikan dukungan untuk penguatan rupiah," kata Ariston.

Ia memperkirakan pada akhir tahun rupiah bergerak di kisaran Rp14.050 per dolar AS hingga Rp14.200 per dolar AS. (Fitriana Monica Sari)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER