Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

08 Februari 2021|09:39 WIB

FPU Jangkrik Selesaikan Shutdown Lebih Cepat

FPU Jangkrik sudah bisa menampung hasil produksi gas dari Lapangan Merakes
ImageKontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS Eni Muara Bakau & Eni East Sepinggan berhasil mempercepat waktu shutdown dan turn around Floating Processing Unit Jangkrik lebih cepat 33 jam dari rencana semula. Upaya ini berkontribusi pada peningkatan produksi gas nasional. SKK Migas/Dok.

JAKARTA – Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS Eni Muara Bakau & Eni East Sepinggan berhasil mempercepat waktu shutdown dan turn around Floating Processing Unit Jangkrik lebih cepat 33 jam dari rencana semula.

Keberhasilan ini dinilai memberi dampak positif penambahan produksi gas secara nasional di 2021.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyebutkan proyek ini selesai 399 jam atau sekitar 16 hari. Lebih cepat dari total waktu yang direncanakan selama 18 hari. FPU Jangkrik bisa mulai beroperasi kembali pada 31 Januari 2021.

Shutdown dan turn around merupakan modifikasi agar FPU Jangkrik bisa menampung hasil produksi gas dari Lapangan Merakes. Julius mengatakan, pemasangan lima modul saat shutdown FPU Jangkrik merupakan salah satu upgrading proyek Merakes.

“Atas nama SKK Migas, kami menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada KKKS Eni Muara Bakau & Eni East Sepinggan dan seluruh mitra yang terlibat pada kegiatan shutdown dan turn around,” terang Julius dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (7/2).

Ia menerangkan, Eni East Sepinggan Ltd berhasil menyambung jalur bawah laut atau subsea tie-back ke FPU Jangkrik yang mengolah gas dan kondensat dari lima sumur produksi. Sehingga gas yang telah diolah tersebut dikirim dari FPU Jangkrik melalui pipa ekspor bawah laut ke ORF Jangkrik, dan kemudian dialirkan ke sistem perpipaan gas di Kalimantan Timur.

“Dampak positif yang dihasilkan adalah meningkatnya keandalan sistem penyaluran gas di Kalimantan Timur sekaligus memberikan dampak pada efisiensi biaya, sehingga memberikan pendapatan yang optimal bagi negara,” sambung Julius.

SKK Migas mengapresiasi kinerja KKKS karena meski di tengah wabah covid-19 dan pembatasan mobilitas, Eni mampu menyelesaikan kegiatan dengan tantangan heavy lifting pada area brownfield.

“Keberhasilan FPU Jangkrik ini menunjukkan kemampuan insan hulu migas nasional dalam pengoperasian hulu migas secara excellent dan akan menjadi salah satu modal berharga dalam meningkatkan produktivitas hulu migas untuk mencapai target tahun 2030 yaitu 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas,” tandas Julius.

Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, telah dilakukan pemasangan berat modul-modul, struktur dan pipa-pipa persambungan dengan keseluruhan sebesar 1.700 ton. Kemudian aktivitas 114 kegiatan verifikasi dan validasi untuk memastikan pekerjaan sudah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Julius mengklaim, standar pekerjaan yang tinggi dan pengawasan yang ketat memberikan hasil tidak ditemukan pekerjaan perbaikan, dan keseluruhan pekerjaan bisa diselesaikan secara aman, lancar dan lebih cepat.

Baca Juga:

Manajemen Eni East Sepinggan pun menyampaikan apresiasi atas dukungan SKK Migas dan para pemangku kepentingan sehingga program shutdown dan turn around berjalan dengan baik, cepat, dan efisien.

Meskipun menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan operasi, namun pihaknya mengaku, koordinasi tetap berjalan dengan baik. Jadi kerja keras dari semua pihak yang terlibat menghasilkan penyelesaian proyek yang tidak hanya tepat waktu, namun juga tetap memperhatikan pencegahan klaster covid-19 di lapangan. (Zsazya Senorita)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER