Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

02 Februari 2021|15:00 WIB

Ditjen SDA Catatkan 552 Paket Telah Terkontrak

Hingga 2 Februari, serapan anggaran Ditjen SDA capai 12,39%
ImageSejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (3/9/2020). Pembangunan tol sepanjang 65 km tersebut ditargerkan rampung pada 2021. ANTARAFOTO/Nova Wahyudi

JAKARTA – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa hingga 2 Februari 2021, sebanyak 552 paket pekerjaan bidang SDA dengan nilai Rp3,8 triliun telah terkontrak.

Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR, Jarot Widyoko menyebutkan bahwa masih ada sekitar 1.848 paket pekerjaan senilai Rp17,3 triliun yang belum terkontrak, terdiri dari 1.184 paket senilai Rp12,3 triliun yang sudah dilelang dan 664 paket Rp5,04 triliun belum masuk proses lelang.

"Mudah-mudahan paling lambat April nanti sudah kontrak semua paket tersebut," kata Jarot dalam RDP dengan Komisi V DPR-RI di Jakarta, Selasa (2/2).

Hingga 2 Februari, Jarot pun menjelaskan serapan anggaran Ditjen SDA sudah menyentuh 12,39% dengan progres fisik mencapai 11,9%. Angka itu melebihi prognosis awal di mana penyerapan sepanjang Januari sebelumnya diproyeksi 5,94%.

Sebagai informasi, Ditjen SDA Kementerian PUPR pada TA 2021 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp58,45 triliun yang terdiri dari ketahanan SDA sebesar Rp56,09 triliun serta dukungan manajemen Rp2,45 triliun.

Untuk ketahanan sumber daya air, Jarot memaparkan bahwa terbagi menjadi beberapa kelompok sumber dana, yakni rupiah murni sebesar Rp49,7 triliun, loan dan pendampingnya Rp3 triliun, serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp4,23 triliun.

Dari kelompok rupiah murni, lanjut Jarot, sebagian masuk ke skema multiyears contract (MYC) sebesar Rp22,34 triliun serta sejumlah proyek singleyears contract (SYC) di kisaran Rp26,4 triliun. Kemudian untuk kelompok SBSN dari Rp4,23 triliun terbagi menjadi Rp3,3 triliun kontrak MYC dan Rp853 miliar SYC.

"Sedangkan yang dari loan dan pendampingnya sebesar Rp3 triliun itu semuanya MYC," sebut Jarot.

Lebih lanjut, Jarot menyebutkan bahwa alokasi dukungan manajemen sebesar Rp2,45 triliun terdiri dari gaji dan tunjangan Rp1,03 triliun, administrasi Rp614 miliar, serta layanan perkantoran dan sarana prasarana Rp808 miliar.

Target Capaian
Jarot menuturkan bahwa Ditjen SDA Kementerian PUPR juga menetapkan sejumlah target sepanjang TA 2021, salah satunya adalah pembangunan 48 bendungan, terdiri dari 5 bendungan baru dan 43 bendungan ongoing.

"Sedangkan pembangunan embungnya sebanyak 23 buah dan revitalisasi danau 7 buah," imbuhnya.

Tak hanya itu, Ditjen SDA Kementerian PUPR pun akan melanjutkan sejumlah operasi dan pemeliharaan (OP) prasarana SDA, tanggap darurat bencana dan pengadaan alat berat, serta infrastruktur berbasis masyarakat atau P3TGAI di 10.000 lokasi.

Kemudian di bidang air tanah dan air baku, Jarot menegaskan bahwa Ditjen SDA akan meningkatkan kapasitas air baku menjadi 3,5 m3/detik serta membangun Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) pada 273 lokasi dan sumur bor 300 titik.

Selanjutnya untuk aspek irigasi dan rawa, Ditjen SDA akan membangun sebanyak 25 ribu hektare irigasi baru serta merehabilitasi 250 ribu hektare irigasi di seluruh wilayah.

Sementara, untuk pengendali daya rusak, lanjut Jarot, akan diwujudkan melalui pengendali banjir sepanjang 224 km, pengendali sedimen 25 unit, pengendali lahar gunung berapi 28 unit, serta pengaman pantai sepanjang 41,55 km.

"Dukungan lainnya, termasuk Pengaturan, Pembinaan, dan Pengawasan (Turbinwas) dan layanan teknis juga tetap akan dilakukan oleh balai teknik di dukungan manajemen," pungkasnya. (Yoseph Krishna)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA