Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

BERITA

05 Maret 2021|17:53 WIB

CAGR BUMN Perikanan Ditargetkan Tumbuh 26%

Pasca penggabungan, Perindo dan Perinus diprioritaskan merevitalisasi sarana prasarana produksi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas
ImageIlustrasi. Seorang pekerja menyortir ikan layur ((Trichiurus lepturus) hasil tangkapan nelayan di pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/2/2021). Ikan layur tersebut dijual oleh nelayan kepada pedagang pengumpul seharga Rp25 ribu per kilogram dan dikirim ke Makassar untuk pasar ekspor ke sejumlah negara seperti Korea, Taiwan, China, dan Singapura. ANTARAFOTO/Basri Marzuki

JAKARTA — BUMN Perikanan yakni Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) diyakini mampu mencatatkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) hingga 26% dalam lima tahun ke depan. Target itu diproyeksikan bersumber dari bisnis perdagangan ikan dan pakan.

Prediksi business growth dua BUMN yang direncanakan merger dalam kurun semester pertama 2021 tersebut, diungkapkan oleh Direktur Operasional Perum Perindo Raenhat Tiranto Hutabarat, melalui keterangan resminya di Jakarta.

Sedangkan untuk existing business seperti jasa kepelabuhanan, diprediksi CAGR tumbuh 15% dan perdagangan ikan 22%. Target bisnis Perindo-Perinus ini dirumuskan dengan mempertimbangkan proyeksi kapasitas perusahaan dan peluang di pasar.

“Dari kekuatan lini bisnis Perindo dilengkapi dengan cakupan lingkup usaha Perinus seperti salah satunya pada penangkapan dan pembelian ikan, offtake hasil mitra nelayan, maka diharapkan akan semakin kokoh BUMN Perikanan,” jelas Raenhat, Jumat (5/3).

Raenhat meyakini, agenda merger Perindo dengan Perinus akan menguatkan bisnis perikanan di Indonesia. Lantaran, setiap bisnis dari Perindo maupun Perinus saling melengkapi mulai hulu ke hilir. Perindo dikenal sebagai pemain di bidang pengelolaan pelabuhan perikanan dan budidaya, sedangkan Perinus masyhur di bidang perikanan tangkap.

“Kekuatan Perindo dan Perinus diharapkan berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan berbahan ikan di Indonesia,” kata Raenhat.

Pada lini bisnis kepelabuhanan, Perindo memiliki kekuatan di beberapa segmen usaha pelabuhan perikanan yang dikelola. Pelabuhan itu antara lain Pelabuhan Perikanan Jakarta, Pelabuhan Perikanan Belawan, Pekalongan, Pemangkat, Brondong, Prigi, dan Lampulo Tarakan.

Pelabuhan tersebut menyediakan sarana produksi 6 unit cold storage berkapasitas 3.200 ton,  4 unit Unit Pengelolaan Ikan (UPI), layanan docking, kapal tangkap dan tampung, pabrik es, Seawater Reverse Osmosis (SWRO), serta jasa kepelabuhanan lainnya.

Di sisi lain, Perindo pada lini bisnis budidaya perikanan, memiliki tambak seluas 38 Ha, Keramba Jaring Apung 427 hole, yang didukung pabrik pakan ikan dan udang kapasitas 6 ton per jam sebagai budidaya terintegrasi.

Raenhat pun mengutarakan pentingnya peleburan dua perusahaan negara di bidang perikanan ini. Menurut dia, restrukturisasi dan penguatan bisnis BUMN-BUMN sertifikasi melalui upaya memperkuat sinergi kedua BUMN, perlu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi persaingan yang semakin ketat. Tujuannya untuk menghasilkan lini bisnis yang terintegrasi secara horizontal, dan tidak ada lagi persaingan.

Karena itu, ia meyakini, penggabungan dua BUMN ini akan menguasai bisnis perikanan dari hulu ke hilir. Mulai dari bisnis kepelabuhan, penangkapan ikan, perdagangan ikan, budidaya, hingga wisata perikanan atau aqua tourism.

“Saat ini kami masih menyatukan cakupan bisni  bisnis  Perindo dan Perinus sambil menunggu proses pemerseroan Perum Perindo menjadi PT untuk bisa segera merger dengan Perinus,” ungkap Raenhat.

Baca Juga:

Prioritas Revitalisasi
Sementara itu, Direktur Utama PT Perikanan Nusantara Farida Mokodompit menambahkan pihaknya mendukung proses pemerseroan Perum Perindo yang saat ini sedang berjalan.

“Dengan telah terlaksananya proses merger antara Perinus dan Perindo maka dapat mempercepat proses pembentukan Holding BUMN Pangan,” tutur Farida.

Farida menuturkan, prioritas kerja utama pasca penggabungan Perindo dan Perinus adalah revitalisasi dan perbaikan sarana dan prasarana produksi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Penggabungan Perinus dan Perindo dinilai dapat memenuhi Pasal 2 Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2005 yang mensyaratkan bahwa proses penggabungan, peleburan dan pengambilalihan BUMN haruslah dimaksudkan atau bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan profesionalisme guna menyehatkan BUMN.

Kemudian, bertujuan meningkatkan kinerja dan nilai BUMN, memberikan manfaat yang optimal kepada negara berupa dividen dan pajak, serta menghasilkan produk dan layanan dengan kualitas dan harga yang kompetitif kepada konsumen. (Zsazya Senorita)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER