Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

WIRAUSAHA

16 April 2021|21:00 WIB

Buah Manis Bisnis Hampers Berihwal Nekat

Meski baru berani memasarkan di Jabodetabek, pesanan dari luar Jawa tak disangka malah ada
ImageIlustrasi hampers. Pixabay

JAKARTA – Satu hal yang pasti ada selama perayaan hari raya keagamaan di Tanah Air, adalah bingkisan atau parsel, yang kini namanya lebih kerap disebut hampers. Kendati isinya sedikit berbeda, parsel dan hampers mengusung konsep yang sama, keduanya adalah bingkisan berisi bermacam-macam hadiah—umumnya makanan dan minuman—untuk dibagikan ke kolega atau kerabat dekat.

Jika parsel berisi makanan jadi atau minuman kemasan yang terkesan merakyat dan mudah ditemui di mana-mana, seperti wafer, biskuit, astor, dan sirup. Maka isian hampers lebih bervariasi, menarik, dan bergaya. Bahkan terkadang berisi kue-kue dan dessert artisan homemade, tergantung menu yang disediakan sang penjual.

Tak jarang, brand-brand besar yang bergerak di bidang food and beverage alias makanan-minuman pun menyediakan menu hampers untuk acara-acara khusus. Belakangan, ada pula hampers berisi tanaman. Kekinian, bukan?

Jenis kemasan keduanya berbeda. Parsel umumnya dibungkus dengan keranjang bambu dan plastik, sederhana namun tetap meriah. Dan tentu saja, pengemasan hampers lebih estetik dan instagrammable, mengikuti tren yang berkembang sejak Instagram lumrah digunakan masyarakat.

Cempaka Maulidya Chairunnisa, pemilik merek kue Oladoce.Bykawla mengaku tidak mau ketinggalan memanfaatkan tren yang sedang “naik daun” ini. Awalnya, ia tak pernah terpikir untuk menjual hampers lebaran. Momen lebaran tahun lalu yang diliputi suasana pandemi covid-19 menjadi titik awal Oladoce.Bykawla terjun di bisnis hampers lebaran.

Sebelumnya, Oladoce.Bykawla hanya menjual cookies, brownies, dan macaroni schotel yang biasa dipesan melalui sistem pre-order atau pesan lebih dulu.

“Sebenarnya melihat pasar juga, kan momennya pas tuh mau lebaran. Ngelihat pasar sama online shop lain tuh banyak yang bikin hampers juga. Terus yaudah kenapa gak coba saja,” kata Cempaka kepada Validnews di Jakarta, Kamis (15/4).

Cempaka baru berpikir menjual hampers lebaran saat sudah memasuki hari ke tujuh Ramadan. Terbilang nekat memang. Isinya kemudian ditetapkan. Ada nastar, kastengel, cokelat almond, dan sagu keju juga ada tambahan brownies.

Ternyata, pembuatan kue tidak mulus seperti yang ia bayangkan. Cempaka gagal dalam beberapa percobaan. Maklum, pembuatan kue kering untuk lebaran terbilang baru untuk perempuan lulusan salah satu universitas di Jakarta ini.

Membludak
Gayung bersambut. Kenekatannya berbuah membludaknya pesanan. Pesanan juga datang dari pembeli yang sebelumnya belum pernah berbelanja di Oladoce.Bykawla.

“Kebanyakan dari luar yang enggak pernah beli di Oladoce sama sekali,” tutur Cempaka.

Saking membludaknya, ia mengaku keteteran saat menyiapkan pesanan pembeli. Dalam dua minggu membuka waktu pemesanan, Oladoce menerima 40 pesenan. Ujungnya, ia mengantongi omzet tidak kurang dari Rp11 juta hanya dengan berjualan hampers lebaran.

Karena baru pertama kali bergerak di pembuatan hampers, perempuan yang sudah menekuni bisnis soft cookies sejak 2019 ini hanya berani melayani pesanan dari Jabodetabek saja. Padahal, tidak sedikit pembeli dari luar Jabodetabek yang berminat memesan hampers di Oladoce.

 “Bahkan ada yang nanya, bisa dikirim ke Lombok enggak kak? Yaudah, karena belum berani, enggak kita iyakan,” tutur Cempaka.

Saat itu, hampers dibuat dengan tiga paket dengan kisaran harga Rp110.000-Rp300.000/bingkisan. Saat itu pula, bahkan ada sekitar 25 orang yang masih menanyakan bahkan ketika masa pemesanan hampers telah ditutup. Karena keterbatasan sumber daya, ia terpaksa menolak pesanan tersebut.

Kini, Cempaka sudah belajar dari pengalaman. Pesiapan dilakukan 14 hari sebelum puasa pertama, semuanya diatur secara matang. Kali ini, modal pun harus dikeluarkan. Dia tak lagi pasif menunggu ada pesanan.

Pembuatan kue kering yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum lebaran, diyakini tidak akan menjadi masalah. Sebab kue kering dapat bertahan lama di dalam toples. Tidak lupa tambahan silica gel disematkan di dalam toples agar kue lebih tahan lama. Namun, untuk kue yang tidak terlalu tahan lama seperti nastar, akan diproduksi menjelang waktu pengiriman.

Sampai saat ini, ia mengaku tren penjualan masih belum bisa diprediksi. Maklum, puasa hanya baru berjalan beberapa hari. Meski demikian, ia optimistis, dua minggu sebelum lebaran pembeli akan mulai berdatangan. Hingga tiga hari puasa berjalan, Oladoce.Bykawla pun telah mencatat pembelian dari beberapa pemesan.

Target yang ditetapkan juga tidak muluk-muluk. Jika penjualan tahun lalu mencapai 40 hampers, tahun ini target penjualan dinaikkan, yakni menjadi 75 hampers. Padahal, sebelumnya, ia menargetkan 100 hampers terjual saat lebaran ini, namun karena satu dan lain hal ia terpaksa memangkas target tersebut.

Untuk mengerjakan semua pesanan, Cempaka dibantu orang tua dan beberapa saudara. Dia belum mempekerjakan karyawan.

Kolaborasi
Seperti pelaku usaha pada umumnya, Cempaka ingin mengembangkan dan memperluas promosi Oladoce. Beberapa cara ia tempuh agar penjualan hampers lebaran tahun ini moncer. Di antaranya dengan menggandeng brand lain untuk berkolaborasi. Tahun ini, Oladoce.ByKawla berkolaborasi dengan Nurva.Ecologique. Nantinya, Nurva.Ecologique akan memasukkan produknya berupa kacang mete ke dalam paket hampers lebaran.

Hal ini dilakukan agar segmentasi pembeli yang dimiliki merek lain bisa “nyangkut” di produk hampers mereknya. “Biar promosinya enggak cuma dari toko gua doang gitu lho,” ujar Cempaka.

Kolaborasi juga dinilai memperkaya varian isian hampers yang notabene hanya berisi kue kering saja. Langkah ini diambil agar pembeli tidak bosan dengan hampers yang isinya hanya kue kering saja. Dan, demi menggaet konsumen Cempaka telah menyiapkan potongan harga bagi pembeli yang ingin memesan hampers lebarannya dari jauh-jauh hari. Diskon Rp10.000 untuk setiap hampers lebaran yang dipesan sebelum 17 April 2021.

Selain itu, tampilan yang menarik juga disebut sebagai modal lain agar masyarakat tertarik untuk membeli produk hampers lebaran. Foto hampers harus tertata rapi dan menunjukkan estetika. Hiasan lain seperti kartu ucapan, hangtag, hingga pita juga dapat dipakai untuk mempercantik hampers.

Nah, apakah cerita Cempaka membuat Anda juga tertarik berbisnis hampers lebaran? (Rheza Alfian)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER