Selamat

Minggu, 16 Mei 2021

WIRAUSAHA

21 April 2021|16:58 WIB

Bank Indonesia Bakal Bentuk Holding Bisnis Pesantren

Holding bisnis pesantren merupakan gabungan unit usaha dalam bentuk koperasi dari banyak pesantren yang berdekatan
ImageTiga orang santri peserta program Santripreneur Kementerian Perindustrian mengemas roti di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Pemerintah gencar menjalankan program Santripreneur dengan memberikan bantuan mesin industri dan pelatihan-pelatihan di sejumlah pondok pesantren guna mengejar target pertumbuhan 20.000 wirausaha baru hingga akhir tahun 2019. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

JAKARTA – Aktivitas ekonomi di pesantren dinilai belum optimal. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan membentuk holding himpunan bisnis pesantren alias hebitren.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan, hebitren ialah gabungan unit usaha dalam bentuk koperasi dari banyak pesantren yang berdekatan.

Ia bilang, langkah ini sejalan dengan langkah Bank Indonesia memperkuat implementasi kebijakan dalam rangka peningkatan korporatisasi. Dengan pembentukan holding ini, aktivitas ekonomi pesantren mempunyai daya tawar yang kuat.

“Khususnya dalam penentuan harga. Pada gilirannya, ini akan meningkatkan kemandirian pesantren dalam menjalankan kegiatan utamanya,” ujarnya dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Jakarta, Rabu (21/4).

Ia menambahkan, kehadiran holding ini disebut akan meningkatkan akses keuangan ataupun pembiayaan dan akses pasar termasuk peningkatan tata kelola pesantren.

Untuk itu, holding pesantren ini diharapkan dapat berkontribusi aktif melalui pengembangan usaha syariah di dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Lebih lanjut, Destry memaparkan, pesantren memiliki keunikan dan keunggulan yang kompetitif dalam mengembangkan ekonomi Islam dan keuangan syariah di Indonesia.

Potensi tersebut, katanya, tercermin dari jumlahnya yang tidak kurang dari 27.722 pesantren, dengan 4 juta orang santri yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

“Sehingga ini menyebabkan pesantren menjadi kekuatan yang strategis untuk menjadi pemain kunci industri halal untuk mendukung perekonomian nasional,” ucap Destry.

Baca Juga:

Seperti diketahui, tahun lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan Rp2,6 triliun untuk program pemulihan pesantren.

“Alokasi hingga Rp2,6 triliun di dalam rangka siapkan pesantren untuk bisa adaptasi terhadap kebiasaan baru akibat adanya pandemi covid-19 atau new normal,” ujar dia.

Sri Mulyani menjelaskan bantuan tersebut di antaranya untuk membantu operasi pendidikan mulai dari lembaga pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah hingga lembaga pendidikan Al-Quran (LPA) sebesar Rp2,38 triliun. Kemudian untuk bantuan pembelajaran daring bagi pesantren selama tiga bulan sebesar Rp211,7 miliar. (Rheza Alfian)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA